Acara Perpisahan Kelas VI dan Kenaikan Kelas I-V di SD Santa Lusia Tanah Jawa Berlangsung Meriah

Acara Perpisahan Kelas VI dan Kenaikan Kelas I-V di SD Santa Lusia Tanah Jawa Berlangsung Meriah

targetkasusnews.co.id // SIMALUNGUN


Dalam rangka perpisahan kelas VI dan kenaikan kelas I-V SD Santa Lusia Tanahjawa, Kabupaten Simalungun, diawali dengan misa yang dipimpin langsung oleh pastor paroki sudi monang sinaga,sabtu (18 juni 2022) jam 07.30-08 45 WIB.

Acara pelepasan kelas VI dimulai dengan kata sambutan dari kepala sekolah Suster Theodora Simbolon,SPd. Dalam kata sambutannya Suster Theodora mengucapkan banyak terimakasih kepada bapak korwil/ perwakilan atas kehadirannya dalam acara tersebut.

Beliau juga mengucapkan terimakasih kepada para wali murid atau orang tua siswa yang mempercayakan buah hatinya untuk dididik di SD Santa Lusia Tanahjawa.

“Terimakasih kepada orangtua siswa/wali yang sudah menyerahkan anaknya sama kami selama 6 tahun. Dalam acara ini perlu saya ingatkan kepada siswa kelasVI, supaya lebih bergiat lagi belajar di jenjang yang lebih tinggi. Kembangkan ilmu pendidikan yang kamu peroleh dari sekolah ini dan juga jangan lupa berdoa supaya apa yang kamu cita -citakan dapat tercapai nantinya,” ujar Suster Theodora.

” Kepada orangtua siswa kami dan anak didik kami, mungkin pasti banyak kekurangan ataupun kesilapan dalam hal mendidik, dan juga kekurangan dibidang lainnya, untuk itu kami pihak sekolah meminta maaf yang sebesar besarnya, sambungnya.

Didalam acara pelepasan siswa kelas VI ini ada beberapa simbol yang diadakan oleh pihak sekolah, pertama melepaskan topi dan dasi oleh kepala sekolah, penyerahan anak didik kepada orangtua (diiringi lagu), pelepasan balon (diiringi puisi) dan menyanyikan lagu anakkonkido hamoraon di au (anakkulah kekayaan bagiku) dinyayikan siswa siswi dan seluruh orangtua yang hadir, sambil salam salaman.

Terlihat dalam acara ini banyak siswa-siswi yang menangis sambil memeluk guru guru dan para suster yang telah mendidik mereka selama 6 tahun. Salah satu siswi yang menangis Helthy manurung, saat diwawancarai media TKN ini, “mengapa menangis dek?”, “ia pak, sedih rasanya melihat bapak ibu guru dan suster, dimana kami sebentar lagi akan meninggalkan mereka semu dan bahkan sekolah ini. memang semua ini harus saya tinggalkan bersama teman teman lainya untuk melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi lagi,” ungkapnya sambil menangis.

Acara pelepasan ini juga diadakan acara makan bersama dan juga acara hiburan. Didalam acara hiburan ini, banyak berbagai macam tortor, hampir semua tortor setiap suku yang ada di indonesia ini dilakukan, dan dibawakan oleh siswa siswi  kelas I-VI. Salah satunya tortor yang paling sering di simalungun adalah tortor batak toba dan tortor simalungun(R Lumbanraja).