Carut Marut Pelayanan BPJS Kesehatan Kota Metro

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id // METRO

Carut marut masalah pelayanan BPJS Kesehatan Kota Metro yang dialami oleh pengguna BPJS yang mengeluh kesah soal pelayanan yang buruk, tidak informatif, dan terkesan lambat. Informasi dari lapangan, Hartono pria paruh baya ini menyampaikan keluh kesahnya ke awak media, beliau menceritakan kejadian yang beliu alami.

“Saya biasa melakukan pengobatan rutin melalui BPJS, biasanya 1 bulan sekali untuk mengambil obat melalui mekanisme PRB yaitu dengan mengambil rujukan ke Puskesmas kemudian mengambil obat ke apotik, tepatnya di apotik Melati, yang biasanya lancar, tapi dari 10 hari yang lalu saya ingin mengambil obat di Apotik tenyata pihak apotik menolak dengan alasan penyesuain harga,” ucap beliau.

Jadi Hartoko diharuskan untuk kembali lagi ke RS. Mardiwaluyo untuk mengkonfirmasi terjadinya penyesuain harga obat. Hartoko mengira bisa langsung mengambil obat di rumah sakit, ternyata tidak bisa juga dan beliau diarahkan oleh pihak rumas sakit untuk rujukan ulang ke Puskesmas.

Setelah kejadian yang yang melelahkan bagi Hartoko yang dimana beliau pergi kesana kemari hanya untuk mendapatkan informasi yang jelas dari pihak badan kesehatan. Akhirnya beliau diarahkan untuk tidak mengambil obat di apotik tapi langsung mengambil obat di Kantor BPJS Kesehatan. Sesampainya di kantor BPJS beliau diinformasikan bahwa pengambilan obat di mulai jam 2 siang sampai jam 5 sore.

“Saya jam 2 sudah sampai sana, sudah banyak orang yang menunggu obat disana, ada yang dari Rumbia, Sukadana, Bandar Jaya dan Jepara yang datang kesitu,” ucap beliau ke awak media.

Sesampainya disana pihak kimia farma datang untuk membagikan obat, tetapi orang yang sudah dipersiapkan obatnya dan dipanggil untuk diberikan obat kebanyakan tidak hadir sehingga tidak ada yang mengambil obat tersebut.
Jadi yang sudah hadir malah harus menunggu begitu lama dengan alasan obat yang akan disiapkan. Dan bahkan ada yang diharuskan untuk mengambil obatnya besok walau sudah mengantri cukup lama.

Sempat terjadi kisruh antar pihak Kimia Farma dan BPJS yang dimana pihak BPJS sedang menggunakan tempat untuk keperluan administrasi, sedangkan dari pihak kimia farma ingin membagikan obat dimulai dari jam 2 siang. Dan akhirnya obat bisa di bagikan mulai jam setengah 4 sore sampai jam 5, kemudian pihak yang membutuhkan obat mengeluhkan langsung kepada petugas pelayanan, karena mereka sudah munggu terlalu lama, dan bingung ingin pulang sampai di rumah jam berapa? kami sudah pada tua tua, rumah kami jauh jauh”, ucap beliau. (Release/NN)

  • Bagikan