Cukup Miris Warga Polonia Menangis Diduga Sekeliling Rumahnya Ditembok Oleh PT ADP

  • Bagikan

TargetKasusNews.co.id

Medan-Indonesia sudah 76 Tahun sudah merdeka tapi masih banyak rakyat Indonesia belum merdeka secara substansi salah satunya Warga jalan Pekong Polonia cukup prihatin rumahnya ditembok keliling oleh pihak PT ADP dan berharap kepada pemerintah khususnya pemerintahan dikota Medan agar diberi jalan keluar masuk rumahnya oleh PT ADP, kelurahan Polonia, kecamatan Medan Polonia, Sumatera Utara.

Awalnya kedua belah pihak sempat ada perselisihan dengan PT ADP akibat rumahnya dipagar keliling beberapa tahun dari tahun 2014 bahkan sempat keluarga dari warga tersebut ditahan dipolrestabes Medan beberapa bulan akibat kasus pengancaman dan sempat ada akses jalan namun kembali pihak PT ADP menutup kembali dari tahun 2020 akses jalan mereka sampai saat ini , namun sampai saat ini permasalahan tersebut belum berujung selesai karena pihak PT ADP merasa punya hak untuk memagar lahan tersebut karena milik dari perusahaan PT ADP,” Minggu: (28/11/2021)

Tak berselang lama waktu awak media mencoba wawancarai Warga yang rumahnya dipagar oleh pihak PT ADP menyampaikan, “hampir setahun setelah dipagar rumah kami ini bang belum juga pihak PT ADP membuka jalan untuk keluar masuk kami pada hal dulunya kami ada jalan keluar masuk Sebelum ditembok sudah bermohon sampai kami menyurati walikota Medan bahkan tembusan ke camat dan lurah belum ada terealisasi,kami kwartir bang misalanya kalau ada kebakaran atau terjadi sesuatu kemana kami harus lari sekeliling rumah kami sudah dipagar oleh PT ADP,” terangnya.

Kemudian awak mencoba konfirmasi melalui pemerintahan setempat melalui Pak lurah Polonia Oleh Pak Ardy Gaus menyampaikan Kami sudah kordinasikan ke pihak PT ADP tapi mereka tidak mau membukakan jalan kami tidak bisa bertindak sewenang-wenang Saya selaku Lurah berdasarkan laporan masyarakat Saya bersama Bhabinkamtibmas dan Polmas selalu kami bekerja sama untuk masyarakat kami,: tandasnya.

Selanjutnya awak media mencoba konfirmasi kepada pihak PT ADP Pak Darmo selaku pihak Direktur menyatakan tidak ada yang dipusingkan dulu sebelumnya mereka jalan melalui pintu arah jalan depan dan tanah yang di pagar itu miliknya perusahaan PT ADP,kalau dia merasa keberatan silahkan laporkan ke pihak kepolisian,”Terangnya.

Ditambahkan saat awak media mencoba konfirmasi langsung ke kantornya di Mangkubumi melalui direktur utama oleh Pak Kwin menyatakan bahwasanya tanah tersebut dipagar karena milik dari PT ADP bahkan ditambahkannya keluarga dari korban pernah dipenjarakan delapan bulan karena melakukan pengerusakan tembok tersebut dan mengenai Izin mendirikan tembok kami sudah ada dan tidak mungkin keluarganya ditangkap kalau kami tidak lengkap Izin,” terangnya.

Warga yang rumahnya dipagar tembok keliling berharap kepada pemerintah khususnya bapak Walikota Medan M.Bobby Arif Nasution,S.E.,M.M agar mendengar dan membantu kami agar diberikan akses jalan kami untuk keluar masuk dan kami bisa mendapatkan keadilan sebagai warga negara Indonesia,”bebernya.

(TEAM).

  • Bagikan