Dalam Rangka Hari Anak Nasional, 857 Napi Anak Di Seluruh Indonesia Dapat Remisi

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id||BANDUNG

Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kementerian Hukum dan HAM, memberikan remisi kepada 857 anak dalam rangka Hari Anak Nasional. Direktur Jenderal Pemasyarakatan Irjen Pol Reynhard Silitonga mengatakan seluruh anak binaan yang mendapat remisi itu tersebar di berbagai Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), dan Rumah Tahanan (Rutan) yang ada di Indonesia.

“Pemberian remisi ini merupakan wujud nyata dirjenpas dalam rangka mengedepankan kepentingan masa depan anak, mengurangi beban psikologis, dan mempercepat proses integrasi anak dalam menjalani masa pidananya,” kata Reynhard di LPKA Bandung, Jalan Pacuan Kuda, Kota Bandung, Kamis (23/7), seperti yang dilangsir Kumparan.

Selain menyerahkan Surat Keputusan Pemberian Remisi Anak Nasional, Dirjen Pemasyarakatan Reynhard Silitonga juga memberikan penguatan program Sekolah Mandiri Merdeka Belajar bagi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA).

Beliau mengatakan Ditjenpas memiliki program sekolah mandiri untuk para anak yang menjalani pembinaan dalam tahanan. Karena sesuai dengan amanat undang-undang, ia menegaskan pendidikan anak tidak boleh terhenti saat menjalani proses pidana.

“Keberadaan anak di pemasyarakatan yang menjalani pra ajudikasi, ajudikasi, dan post ajudikasi, wajib mendapatkan pendidikan,” lanjutnya.

Menurutnya pendidikan bagi anak di setiap UPT pemasyarakatan harus ditangani secara khusus, karena status anak secara hukum berakibat kepada perampasan kemerdekaan anak secara fisik.

“Pemenuhan akan pendudikan menjadi faktor penting yang harus disiapkan lembaga pemasyarakatan. Termasuk program pembinaan kepribadian, dan pelatihan keterampilan,” kata Reynhard.

Reynhard menyatakan remisi diberikan dengan sejumlah persyaratan, salah satunya berkelakuan baik. Dia pun berharap LPKA tetap memberikan pembinaan kepada anak-anak melalui keagamaan dan kemandirian berdasarkan keterampilan.

“Kepribadian agama dan juga ada pembinaan kemandirian yaitu dia belajar tentang otomotif, bercocok tanam, dan belajar bagaimana beternak sehingga dia siap ketika dia keluar,” ucap dia

Di lokasi yang sama, Kabag Humas Protokol Dirjen PAS, Rika Aprianti menambahkan, anak-anak yang mendapatkan remisi itu dipastikan sudah memenuhi syarat administratif dan syarat substantif. Menurutnya remisi diberikan oleh Ditjenpas sebagai penghargaan setelah anak-anak itu mengikuti pembinaan di berbagai lembaga pemasyarakatan dengan baik.

Menurutnya, remisi diberikan sebagai penghargaan sebab anak-anak itu sudah mengikuti pembinaan dengan baik.
“Itu sebagai bentuk reward karena anak-anak sudah mengikuti pembinaan pendidikan dengan baik selama di LPKA dan ada juga di lapas dan rutan,” paparnya. (RED)

  • Bagikan