Berita  

Detik Detik Mendebarkan, Diujung Tanduk !!!, Berkas Perkara Aset Kebondalem Diserahkan Ke Pimpinan

Detik Detik Mendebarkan, Diujung Tanduk !!!, Berkas Perkara Aset Kebondalem Diserahkan Ke Pimpinan

targetkasusnews.co.id // BANYUMAS

Perkara Kebondalem, Purwokerto, Banyumas terkait dugaan penyerobotan aset milik Pemda Banyumas yang hingga kini diduga masih dikuasai oleh pihak lain yang saat ini tengah diusut Tim Pemberantasan (Tim Tas) Mafia Tanah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah memasuki babak baru.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Bambang Tedjo M, S.H, menyatakan, saat ini pemanggilan untuk klarifikasi dianggap sudah selesai tinggal penyusunan laporan.” Saat ini laporan dibuat untuk di serahkan ke pimpinan,” jelas Bambang Tedjo.M, SH kepada Media Target Kasus News.

Bola sekarang ada ditangan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.Saat – saat menunggu keputusan kepastian bagaimana nanti klimaknya ending status hukum perkara tersebut yang akan diambil Kajati Jateng tentunya sangat mendebarkan, diujung tanduk bagi yang merasa diduga terlibat dalam perkara Kebondalem ini.

Perkara Kebondalem ini dilaporkan ke Tim Tas (Tim Tas) Mafia Tanah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah oleh Kuasa Hukum masyarakat Banyumas, Ananto Widagdo, SH, S.Pd ” Kami sebagai Kuasa Hukum masyarakat Banyumas pelapor perkara ini akan terus mengawal pekara ini sampai tuntasTujuan saya melaporkan perkara ini supaya aset Kebondalem yang bernilai ratusan miliar rupiah itu kembali kepada Pemkab Banyumas untuk dikelola lagi untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas,” jelas Ananto Widagdo, SH.S.Pd kepada Media Target Kasus News.

Di perkara Kebondalem ini, sebelumnya Ananto Widagdo, S.H, S.Pd telah melakukan aduan/laporan kepada Jaksa Agung Republik Indonesia, tertanggal 8 Juni 2021 atas kasus Kebondalem Purwokerto, Banyumas, terhadap Y W selaku Direktur PT.Graha Cipta Guna dan patut diduga mendapat bantuan dari A H selaku Bupati Banyumas karena tidak segera mengambil alih atau meminta dikembalikan sebagai aset daerah.
Selaku pelapor perkara ini, tanggal 16 September 2022 melayangkan surat hal permohonan Perhatian Khusus Terkait Mafia Tanah Kasus Kebondalem Purwokerto, Banyumas, kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Dr.Febrie Andriansyah, S H, M.H.Surat itu teregister Nomor.03/Permh.Jampidsus/IX/AW/2022.

Dalam surat tersebut disebutkan antara lain, Oleh karena perbuatan PT.Graha Cipta Guna dan Bupati Banyumas yang diduga secara nyata dan jelas sangat merugikan Pemerintah Kabupaten Banyumas pada khususnya dan masyarakat Banyumas pada umumnya, karena aset tanah Pemerintah Kabupaten Banyumas dalam perjanjian tahun 1980 dan 1982 sudah seharusnya menjadi aset dan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Banyumas sejak tahun 2012 dan 2014.

” Untuk itu saya mohon kepada bapak Dr.Febrie Andriansyah, S.H, M.H selaku Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus agar memberikan perhatian khusus terkait Mafia Tanah Kasus Kebondalem Purwokerto, Banyumas yang sedang ditangani oleh Tim Pemberantasan Mafia Tanah Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah.

Surat perihal Permohonan Perhatian Khusus tersebut saya layangkan juga kepada Presiden RI dan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah,” tandas Ananto Widagdo, S.H, S.Pd.

Bupati Banyumas, Ir.Achmad Husein saat dikonfirmasi seputar perkara Kebondalem ini, menyatakan, untuk perkara Kebondalem ini, itu proses hukum yang sedang dilaksanakan dan diklarifikasi.” Itu kan proses hukum , yang sedang dilaksanakan.Ya sedang di klarifikasi,” kata Husein kepada Media Target Kasus News.

Kuasa hukum PT.GCG Purwokerto, Dr.Agoes Djatmiko, S.H, M.H menyatakan menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan siap untuk mengikuti semua tahapan – tahapan proses hukumnya.” Pihak kami (PT.GCG) menghormati proses hukum yang tengah berjalan ini dan siap mengikuti setiap tahapan tahapannya,” kata Dr.Agoes Djatmiko, S.H, M.H kepada Media Target Kasus News.( Banyumas – Trie )