Dialog Interaktif Halo Polisi Polda Sumut : Bersama Kanit 2 Satuan Narkoba Polrestabes Medan

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id // MEDAN

Selamat siang pak, apa kabarnya, terdengar suara presenter Zidane di 94,3 FM RRI Pro 1 Medan, dimulainya Dialog Interaktif Halo Polisi Polda Sumatera Utara, dengan narasumber Iptu JH Panjaitan.S Sos, SH. MH jabatan Kanit 2 Sat Narkoba Polrestabes Medan yang didampingi oleh Humas Polda Sumut PS Kaur Mitra Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumut Jamaluddin S Sos dan Baur Subbid Penmas Bid Humas Polda Sumut Aiptu Widodo dengan topik “P4GN (Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan Peredaran Gelap Narkoba di masa Pandemi) Covid-19, Rabu 22/09/2021 sekira pukul 15.00 WIB.

Diawali pertanyaan dari presenter dan dilanjutkan oleh para pemirsa berkisar tentang peredaran Narkoba di Medan selama PPKM berlangsung, bagaimana tindakan terhadap pelaku tindak pidana Narkoba, sudah berapa lama peredaran Heroin dan ekstasi yang dicampur bubuk kopi, apa program Kapolri terkait penangan Narkoba tersebut, mengapa sulit dalam memberantas Narkoba ini, dan bagaimana harapan kedepannya tentang Narkoba ini.

Perkembangan narkoba selama PPKM pasti menurun, karena secara umum kegiatan masyarakat dibatasi dengan adanya penyekatan lalu lintas, penutupan tempat hiburan, penutupan tempat rekreasi dan tempat-tempat umum lainnya. Tingginya kehadiran polisi dijalan-jalan, dipersimpangan, razia tempat-tempat hiburan atau patroli yang ditingkatkan.

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa sempitnya ruang gerak masyarakat maka sempit juga peredaran narkoba, narasumber yang jelas.

Selanjutnya Iptu JH Panjaitan. S Sos SH MH menjelaskan, kegiatan PPKM tidak berpengaruh signifikan
terhadap pelaku tindak pidana narkotika.

Hal ini kami buktikan dengan adanya konferensi pers yang dilaksanakan Polrestabes Medan pada hari Selasa tanggal 14 September 2021 yang dihadiri oleh Kepala BNNP Sumatera Utara, Walikota Medan dan Wakil Walikota Medan,
Kejaksaan Negeri Medan dan dari instansi terkait lainnya. Dimana pada acara tersebut ada hal-hal yang baru yang perlu menjadi perhatian, adanya barang bukti narkoba jenis heroin seberat 3,1 kg dan 4 bungkus sachet kopi yang dicampur dengan serbuk ekstacy.

Hasil tangkapan ini adalah hal yang baru, sudah hampir 5 tahun belakangan ini Heroin sudah sangat jarang ditemukan, sementara yang perlu diperhatikan adalah adanya 4 bungkus kopi yang dicampur dengan ekstasi. Menurut keterangan dari tersangka bahwa bisnis ilegal ini telah dilakukan selama satu tahun dan mereka melakukan dengan cara bisnis online, yang meninggalarkan ke media sosial berupa jualan.

Dan menurut tersangka tersebut, mengedarkannya kepada orang-orang tertentu saja, karena sifatnya masih merintis dan pelaku juga mengetahui ini perbuatan melawan hukum. Jadi disini kami sangat berharap kepada masyarakat untuk tidak mengkonsumsi dan minuman yang tidak ada izin atau rekomendasi dari Balai POM atau Dinas Kesehatan, bilamana masyarakat menemukan hal-hal yang terkait dengan makanan, segera laporkan kepada kepolisian
maupun instansi terkait lainnya.

Jangan sampai terjadi pembiaran. Kita harus mengetahui peredaran narkoba disekitar kita, kita mengetahui tetapi tidak melaporkannya bisa mendapat sangsi hukuman dimana pasalnya mengetahui tidak melapor sesuai dengan Pasal 131 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotika,” kata Iptu JH Panjaitan.S Sos, SH. MH.

Dalam program Kapolri melalui seluruh Kapolda dan tujuan kepada masing-masing Direktur, Direktorat Narkoba dan Kasat Narkoba untuk membentuk Kampung Tangguh, yang mana program ini bertujuan untuk menumbuhkan daya tangkal, daya lawan di tengah-tengah masyarakat, dengan masyarakat diharapkan berperan aktif dalam rangka P4GN (Pencegahan Penyalah Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), karena narkoba dengan segala permasalahannya bukan hanya tugas kepolisian tapi semua pihak yang terlibat, maka perlu adanya sinergitas dari seluruh lembaga/instansi pemerintah maupun swasta juga seluruh masyarakat.

Selanjutnya, Kapolri juga seluruh jajaran bagi para pengguna Narkoba yang murni sebagai pengguna tidak
terlibat dalam jaringan baik sebagai kurir, pengedar, bandar maupun distributor ataupun produsen maka harus dilakukan rehabilitasi.

Selanjutnya narasumber melanjutkan, bahwa Narkoba yang beredar di negara ini umumnya berasalbdari luar, “Artinya disini perlu pengawasan yang lebih ketat terhadap barang-barang yang masuk ke negara kita lebih diprioritaskan lagi terhadap masuknya narkoba dari luar.

Hukuman yang diberikan kepada tersangka narkoba tidak membuat efek jera, bahkan kita tahu ada beberapa kasus terkait narkoba yang dikendalikan dari LP. Kurangnya partisipasi masyarakat dalam hal ini memberikan informasi keberadaan narkoba disekitar mereka, kami maklumi mungkin masyarakat merasa takut jika identitasnya sebagai pelapor diketahui oleh bandar Narkoba.

Padahal kita tahu bahwa pelapor terkait yang mengetahui tentang adanya peredaran narkoba dilindungi oleh Undang-Undang sesuai dengan Pasal 106 butir e UU. RI No. 35 Tahun 2009, juga disebutkan disana akan diberikan hadiah/penghargaan.

“Ketika kepedulian kita hilang, di saat itulah narkoba bebas tumbuh dan berkembang. Kalau Narkoba itu berani, lalu dimana para pemuda yang berani dan siap melawannya. Narkoba itu nyata, maka nyatakanlah anda benar-benar menolaknya. Narkoba itu jaringannya terorganisir, maka kita pun harus bersama-sama melawannya. Kompak selamatkan genarasi muda, kompak melawan melawan narkoba, “harap Kanit 2 Sat Narkoba Polrestabes Medan.

Dialog Interaktif berjalan aman dan kondusif, serta menerapkan Protokol Kesehatan secara ketat.
( ANT )

  • Bagikan