Diduga Depresi,Pengendara Honda Scoopy Tabrak Ruang SPKT Polres Pematangsiantar

Diduga Depresi,Pengendara Honda Scoopy Tabrak Ruang SPKT Polres Pematangsiantar

TARGETKASUSNEWS.CO.ID||PEMATANG SIANTAR

Diduga depresi,Fitri Arni Matondang warga Jl. Hok Salamuddin RT.0/Null Siantar Estate, Siantar Simalungun menabrakan sepeda motor Honda Scoopy BK 5756 TAK yang dikendarainya ke bagian ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Hal tersebut diungkapkan Kapolda Sumut  Irjen Pol Drs. R.Z Panca Putra Simanjuntak, M.Si dengan didampingi Kapolres Pematangsiantar AKBP Boy Sutan Binanga Siregar,SiK,MH saat menggelar konferensi pers yang berlangsung dilapangan apel Mapolres Pematangsiantar Jl.Sudirman No.8 kota Pematangsiantar,Senin (20/3). 

Konferensi pers turut hadiri Waka Polda Sumut Brigjen Pol Dr.Dadang Hartanto,SH,SiK,M.Si,Dirkrimum Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja,SiK,Dir Intelkam Kombes Pol Dwi Indra Maulana, SIK,Kasubdid Paminal Polda Sumut AKBP Catur Sungkowo,S.Ag,SH MH,sejumlah Pju Polres Pematangsiantar,Ketua MUI kota Pematangsiantar Drs.H M. Ali Lubis,orang tua pelaku Murniati Sinulingga dan para awak media dari cetak,online dan eletronik.

Dijelas Kapoldasu,dirinya hadir di Mapolres Pematangsiantar yang pertama untuk memastikan dan melihat langsung apa yang telah terjadi dimana seorang wanita dengan menggunakan sepeda motor Honda Scoopy BK 5756 TAK dengan kecepatan tinggi memasuki Mapolres Pematangsiantar dan menabrak ruang SPKT.Dan yang kedua langkah-langkah apa yang sudah dilakukan oleh penyidik serta mendalami kejadian peristiwa tersebut.

“Menurut kesaksian petugas,kejadian berawal saat pelaku yang diduga depresi ini ingin menabrak anggota yang sedang melakukan pengaturan Lalulintas,namun personil yang dilapangan dapat menghindar sehingga tidak terjadi insiden tersebut.Namun ketika pelaku dikejar oleh personil,pelaku langsung lari tancap gas dengan sepeda motornya menuju Mapolres Pematangsiantar dan langsung menabrakan sepeda motornya ke arah ruang SPKT,”jelas Panca.

Dijelaskan Panca lagi,saat ini petugas terus melakukan  pendalaman dengan melakukan pemeriksaan penyidik,dengan berapa fakta termasuk mendalami penjelasan dari orang tua pelaku yang menyebutkan pelaku menikah sudah 2 kali namun sudah cerai.Kemudian suami kedua kembali mengajak rujuk pelaku dengan syarat harus menikah kembali namun keluarga pelaku tidak menyetujui dimana suami ke dua pelaku memiliki pemahaman agama yang berbeda dengan orang tua pelaku.

“Petugas kami juga sedah melakukan penggeledahan dirumah orang tua pelaku, termasuk dikamar pelaku hanya ditemukan barang bukti buku al-quran dan dzikir.Menurut orang tuanya,pelaku hanya mendengarkan penjelasan dari media social di Youtube tentang ceramah- ceramah agama,kemudian melakukan ibadah sholat.Dari penggeledahan yang dilakukan tidak ada ditemukan yang berkaitan dengan masalah teroris dan kondisi pelaku saat ini dalam keadaan sehat”terang Panca lagi.

Sementara itu,menurut Ketua MUI kota Pematangsiantar Drs.H.M.Ali Lubis dalam keterangan persnya menyampaikan kejadian yang tadi pagi sangat mengejutkan masyarakat kota Pematangsiantar.Alhamdulilah dengan gerak cepat kepolisian langsung dapat mengatasi insiden tersebut,terlebih lagi Kapoldasu langsung turun ke Mapolres Pematangsiantar ini untuk melakukan peninjauan.

“Mudah mudahan tidak membawa efek yang tidak baik dari insiden ini,dan seseuai dengan informasi yang diberika orang tua pelaku,pelaku pernah mengalami kecelakaan lalu lintas.Diduga mengakibatkan cara berfikir pelaku kurang sempurna”sebut Ali Lubis. 

“Terkait masalah ini,kita sudah sampaikan kepada orang tuanya bahwa kami dari MUI siap memberikan tausiyah, wejangan yang baik kepada pelaku supaya jangan sempat menyimpang dari apa yang kita inginkan. Mudah-mudahan kedepan pemikiran pelaku lebih baik lagi” ujarnya.(Red/M@R)