Kasus Pencurian Mandek DI Polsek Pugung, Tanggamus

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id // TANGGAMUS

TANGGAMUS – Pelaporan pencurian dan perusakan di rumah milik Muhammad Razh Al Hafidz warga Pekon Tanjung Agung yang ditangani Polsek Pugung, mandek belum ada kejelasan tindaklanjutnya.

Menurut keterangan korban Muhammad Razh Al Hafidz, kejadian pencurian di rumahnya yang beralamat di Dusun Koncang, Pekon Tanjung Agung, Minggu (5/9/21) lalu sekitar pukul 21.30 Wib. Saat itu, rumah dalam keadaan kosong. Setelah mengetahui kejadian tersebut, korban langsung melaporkan kejadian ke Polsek Pugung.

“Saya pada saat kejadian masih pergi keluar, pukul 22.00 Wib mengetahui keadaan rumah sudah dibongkar oleh pencuri dengan perusakan kendaraan mobil, ” kata Razh.

Namun, saat melapor, dirinya malah dituding oleh oknum penyidik Polsek Pugung inisial AG dengan tuduhan membuat laporan palsu dan merekayasa pencurian.

“Saya dibentak-bentak oleh tim penyidik, saya diminta untuk mengakui kalau telah memberikan keterangan palsu, saya dituduh kejadian pencurian dan perusakan mobil itu semuanya rekayasa saja,” beber Razh Al Hafidz kepada media ini, Jum’at (1/10/21).

Kemudian saat itu, lanjut Razh, ponsel miliknya sempat disita oleh salah satu anggota penyidik Reskrim Polsek Pugung berinisial AG.

“Ponsel saya disita dengan alasan dipinjam, namun disalahgunakan oleh AG. Saya sempat berpikir bagaimana saya menghubungi orang tua karena ponsel saya ditahan,” lanjutnya.

Terpisah, Kapolsek Pugung Ipda Ori Wiriadi berkilah bahwa pihaknya tidak pernah menuding laporan pencurian tersebut rekayasa korban, apalagi menahan korban di Polsek Pugung. Bahkan saat ini pihaknya telah beberapa kali melakukan olah TKP dan memanggil saksi untuk dimintai keterangan.

“Enggak ada pihak kami menuding laporan korban itu rekayasa, juga salah kalau pelapor sempat ditahan. Itu bukan ditahan, namun hanya dimintai keterangan saja,” bantah Ori.

Masih kata Ori, pihaknya saat ini masih melakukan pemeriksaan atas laporan korban dengan masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi.

” Kami masih menindaklanjuti untuk mengumpulkan data-data dan melakukan penyidikan,” tambahnya.

Ori juga membantah bahwa anggotanya telah melakukan intimidasi terhadap korban.

“Enggak ada, kalau itu hanya miss komunikasi aja, salah paham,” timpalnya.(Tim)

  • Bagikan