Mega Proyek Rehabilitasi Jengkelok Senilai Ratusan Milyar Terkesan Semeraut

Mega Proyek Rehabilitasi Jengkelok Senilai Ratusan Milyar Terkesan Semeraut

Brebes –(Target Kasus News.co.id)

Pasca peresmian Bendungan Kuningan pada akhir bulan Agustus 2021 oleh Presiden RI Bapak Joko Widodo,dan selanjutnya hari Minggu (05/09/2021) Kepala BBWS Cimanuk Cisanggarung Dr. Ismail Widadi, ST, M.Si. beserta jajarannya melakukan survei sepanjang ruas jaringan irigasi DI Jengkelok Desa Cibendung Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes untuk memastikan kondisi dan penanganan yang diperlukan jika mengantisipasi pasokan air irigasi dari Bendungan Kuningan sudah bisa dimanfaatkan.

Luasan DI Jengkelok sendiri ada 6279 Ha, 4279 Ha diantaranya selama ini mengandalkan aliran irigasi dari Bendungan Malahayu, sedangkan 2000 Jika mengalami kesulitan kekeringan, tambahan alikasi 1,8m3/detik dari Bendungan Kuningan diharapkan mampu mengatasinya.

Setelah melakukan survei Kepala BBWS menyampaikan dengan hasil studi perencanaan yang sudah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi DI Jengkelok dan saat ini menjelang akhir tahun 2022 DI jengkelok dalam proses pelaksanaan.melalui kementrian Pekerjaan Umum Dan perumahan Rakyat.Direktorat Jenderal Sumber Daya Air.pemerintah merealisasikan pekerjaan Rehabilitasi D.I jengkelok

Namun sangat disayangkan dalam pelaksanaan kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Daerah Irigasi Jengkelok terkesan semrawut dan amburadul.dari hasil pantauan media Target kasus news co.id di beberapa titik pekerjaan mengunakan batu setan (batu cadas) dan pasir yang kurang bagus .di antaranya mengunakan pasir yang tidak memenuhi standar kwalitas karena kandungan lumpurnya tinggi.sehingga mesti saat ini Daerah Irigasi jengkelok dalam pengerjaan sudah banyak yang ambrol lagi .

Seperti halnya yang terjadi di aliran jengkelok yang terletak di kubangjero kecamatan Banjarharjo kabupaten Brebes. yang sudah selesai di kerjakan namun baru beberapa hari sudah mengelupas lagi.menurut pengakuan warga sekitar lokasi yang enggan di sebutkan nama beliu mengatakan pekerjaan tersebut mengunakan pasir dari cibendung yang pasirnya kurang bagus karena terlalu banyak kandungan lumpur dan sampah sehingga bangunan tersebut mudah terkelupas.apa lagi saat musim hujan.kejadian kerusakan dalam masa pekerjaan juga terjadi di aliran desa jatisawit sampai dengan Bojongsari.

Namun di aliran di desa jati sawit.baru selesai beberapa sudah mengalami merosot atau longsor .longsornya pekerjaan ini karena tidak adanya pondasi bawahnya.dan ada bangunan lama yang sudah rusak atau ambrol tapi hanya di lakukan perehapan atau lepaan saja yang di kerjakan .

Semrawutnya pekerjaan jengkelok ini juga di Utarakan oleh salah satu tokoh ormas setempat.beliu mengatakan tidak sepantasnya pekerjaan nasional dengan nilai yang sangat fantasi begini tapi pekerjaan amburadul.banyak mengunakan batu sembarangan dan pasir asal dari cibendung yang tidak ada legalitas dan kualitas yang di ragukan.
Dari penelusuran awak media targetkasusnews.co.id.pekerjaan rehabilitasi D.I jengkelok di kerjakan oleh PT .ITP dan pelaksanaannya sebagian di subkon ke PT AZIMUTH dan PT .AZHIMUD.di subkan lagi ke pelaksana pelaksana lokal.sehingga karena minimnya harga borongan pekerjaan sehingga banyak yang mengunakan bahan material yang asal asalan.

Terkait pemakaian material yang kurang bagus dan di ragukan kwalitasnya di pekerjaan jengkelok ini Setelah hal ini di komfirmasikan ke pihak PT .ITP selaku pemegang tender .Di tempat basecame pekerjaan didesa Bojongsari pak Ruli selaku kepala teknik mengatakan.itu semua di luar sepengetahuan pihak ITP yang jelas dari PT .ITP sudah menjelaskan bahwa untuk bahan batu berasal dari daerah Slawi dan Brebes selatan yang sudah jelas legalitas dan mutunya sedangkan pasir mengunakan dari daerah Jawa barat cikesih yang juga sudah jelas legalitas dan kualitas.Namun jika di ketahui bahan yang di di kirim kwalitasnya jelek dan tidak ada legalitasnya jelas kita rijek.atau kita tolak jelasnya.namun di luar sepengetahuan ITP material yang sudah di rijek dan tetap di pakai secara diam diam itu di luar sepengetahuan pihak ITP.terkait adanya pekerjaan yang terkelupas dan ambrol itu nanti akan segera di cek kembali dan akan segera di perbaiki.sedangkan terkait pekerjaan jengkelok di subkan ke PT.AZIMUTH INTER MODERN.beliu menjelaskan hanya sebagian aliran yang di kerjakan PT.AZIMUTH.dengan alasan pemberdayaan lokal.

Secara terpisah Harun selaku stap karyawan dari PT AZIMUTH saat di konfirmasi di tempat kerjanya di Ciledug kabupaten Cirebon Jawa barat beliu menjelaskan .bahwa PT AZIMUTH merupakan subkon dari PT.ITP jadi yang di kerjakan apa yang di perintahkan dan petunjuk dari PT.ITP.kalau petunjuknya di bongkar dan di pasang lagi ya kita kerjakan seperti itu kalau petunjuknya titik itu masih di anggap layak dan hanya perlu di lepa saja.ya yang kita kerjakan pelepaannya saja .kalau ada yang perlu di suntik kita lakukan itu .jelasnya.Harun juga mengatakan PT.Azimuth hanya salah satu subkon dari PT .IPT.dan ada beberapa subkon yang lain.

Terkait PT.Azimuth di subconkan lagi ke beberapa pelaksana lokal lagi itu dengan alasan pemberdayaan masyarakat lokal setempat.terkait pengadaan bahan material sebagian pelaksana lokal bisa mengadakan material sendiri pihak azimud juga mempersilakan yang penting spekasi yang di butuhkan masuk dan layak.PT azimuth juga bekerja sama dengan kwari yang dari Prupuk kabupaten Tegal dan dari kabupaten kuningan.terkait teknis pelaksanaan pekerjaan pelaksana lokal melaporkan ke PT azimuth dan PT Azimuth melaporkan ke PT.ITP.dengan sistem unit press.apa yang di kerjakan ya itu yang di bayar.

Dibsisi lain salah satu pelaksana lokal setelah di konfirmasi terkait pekerjaannya yang terkesan amburadul baik segi bahan material yang mengunakan batu asal asalan dan mudah pecah dan pasir dari cibendung.beliu menjelaskan karena minimnya harga pekerjaan.kalaj di kerjakan sesuai dengan RAB jelas tidak mencukupi.

Dari informasi yang tertulis di papan imformasi kegiatan yang sempat di ketahui awak media tergeletak di pingir jalan desa Cikakak kecamatan Banjarharjo, tak jauh dari gudang material di ketahui bahwa Pekerjaan Rehabilitasi irigasi D.I jengkelok di wilayah di kerjakan oleh PT.Indo Teknik Pembangunan(P.T ITP) penyedia jasa.dan selaku dan konsultan supervisi Korea rudal comunity corporation in join venture.,PT.Indra karya.(Persero)Engineering Division 1 ,PT Multimedia Harapan serta PT .Hilmi Anugrah. Dan SNVT PJPA Sungai Cimanuk cisanggarung selaku pemberi tugas.pekerjaan Rehabilitasi jengkelok di anggarkan dengan nilai kontrak sebesar Rp.105.591.534.565,69.( Tanpa PPN 10%)Tahun anggaran Koan World Bank.Dengan no kontrak HK 02.01/At/3/02/2022.dengan Tanggal kontrak 27 Mei 2022.dengan waktu pelaksanaan 730 hari kalender dan masa pemeliharaan 360 hari.(Marlan/Marjono).