Musim Penghujan Banyak Jalan Rusak Di Wilayah Kabupaten Brebes Belum Ditangani

Musim Penghujan Banyak Jalan Rusak Di Wilayah Kabupaten Brebes Belum Ditangani


BREBES // targetKasusNews.co.id

Selain warga yang mengeluhkan kondisi jalan kabupaten, Komisi III DPRD Brebes juga menyoroti kerusakan jalan yang hampir merata di 17 kecamatan, seperti jalan rusak yang ada di Desa Mundu Kecamatan Tanjung.

Jalan yang rusak itu akhirnya ditanami warga dengan pohon pisang. Karena, warga kecewa terhadap Pemkab Brebes yang bertahun-tahun tidak memperbaiki kerusakan ruas Jalan Tengguli-Luwunggede itu. Apalagi saat musim penghujan, jalan rusak makin menganga hingga membentuk kubangan air bagaikan kolam pemancingan.  Anggota Komisi III DPRD Brebes Tobidin Sarjum menilai, sangat wajar warga kecewa dan menanami jalan rusak dengan pohon pisang. Karena infrastruktur jalan merupakan akses utama bagi perekonomian dan pendidikan di Kabupaten Brebes.

“Kita bisa lihat bersama untuk APBD tahun 2022 justru banyak tersedot untuk proyek-proyek besar seperti pembangunan KPT dan pasar. Termasuk di anggaran di tahun 2021 kemarin, Pemkab justru lebih memfokuskan pembangunan RSUD di Ketanggungan, Pendopo Bumiayu dan masih banyak lagi,” kata Tobidin Sarjum, Kamis (27/10/2022).

Musim Penghujan Banyak Jalan Rusak Di Wilayah Kabupaten Brebes Belum Ditangani

Dari hasil monitoring yang dilakukan, kata dia, 6.500 kilometer jalan kabupaten di Brebes mengalami kerusakan parah dan belum ditangani. “Tentunya dengan proyek-proyek besar yang menyedot anggaran mencapai ratusan miliar rupiah dalam 2 tahun terakhir, banyak dampak ditimbulkan. Perbaikan jalan rusak banyak yang tidak kebagian anggaran, sehingga kerusakan semakin parah,” beber dia.

Untuk itu, lanjut dia, pada tahun 2023 mendatang, Komisi III DPRD Brebes akan tetap tanggap untuk mengalokasikan, fokus mengawal anggaran APBD tahun 2023 mendatang pada perbaikan jalan rusak.

“Tentunya harus dilakukan bertahap menyesuaikan anggaran dengan memfokuskan pada perbaikan skala prioritas terlebih dulu. Yang mengalami kerusakan parah di titik mana saja. Mudah-mudahan bisa terealisasi. Mari kita bersama mengawal arah kebijakan terkait infrastruktur jalan rusak ini,” pungkasnya. (Marlan)