Berita  

Pamit Setelah Menjabat Selama 2 Periode Bukan Berarti Berhenti Berjuang

Pamit Setelah Menjabat Selama 2 Periode Bukan Berarti Berhenti Berjuang

targetkasusnews.co.id // BREBES

Bupati Brebes Hj Idza Priyanti SE MH mengatakan, pamit undur diri dari Bupati Brebes setelah mengabdi selama dua periode bukan berarti berhenti berjuang. Bagi Idza, batas waktu sebagai bupati yang menurut aturan hanya boleh dua periode maka dirinya patuh dan akan melanjutkan perjuangan melalui jalur politik sebagai anggota DPR RI.
“Sesungguhnya amat berat melepas jalinan kerja sama yang sudah dirajut selama 10 tahun membangun Brebes. Tapi karena aturan, saya dan Pak Wakil Bupati Narjo SH MH hari ini harus mohon pamit,” ucap Idza saat menyampaikan ucapan pamit pada Pengantar Purna Bakti Bupati dan Wakil Bupati Brebes, di Pendopo Brebes, Sabtu (3/12).
Idza mengaku masih belum bisa menyelesaikan pembangunan secara maksimal dan masih banyak PR yang belum tergarap. Meski demikian, Idza berharap bupati penggantinya bisa menyelesaikan PR yang di maksud.
Bupati menceritakan selama 10 tahun periode Idza-Narjo telah membangun infrastruktur dan sumber daya manusia. Untuk menaikan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Brebes dia menggelontorkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang SLTA dan beasiswa bidikmisi melanjutkan ke perguruan tinggi.
“Gerakan kembali bersekolah dan pendidikan sepanjang hayat, sangat terasa manfaatnya karena pihak pemerintahan desa juga ikut andil,” kata Idza.
Pembangunan RSUD Brebes yang selama 70 tahun tidak direhab, pembangunan RSUD Bumiayu yang dulunya Puskesmas kini menjadi RSUD representatif dengan 5 lantai. Di wilayah tengah juga telah dibangun RSUD Ir soekarno.
Di Brebes juga dibangun Mal Pelayanan Publik (MPP), Kantor Pemerintahan Terpadu (KPT), Perpustakaan Daerah, Monumen Juang 45, Taman Edukasi, Museum Buton, Rusunawa, Pasar Seng Makmur Bumiayu, Rumah Potong Unggas dan lain-lain.
Idza juga mengaku bangga dengan kegigihan masyarakat Brebes dalam berkarya dan beribadah. Masyarakat Brebes semangatnya tinggi, pekerja keras dan agamis terbukti saat perayaan agama digelar meriah sehingga barokah.
Di hari pamitan, Idza mohon pamit juga mohon dukungan untuk berbakti di tahun-tahun mendatang karena berakhirnya masa bakti ini tidak kembali berjuang.
“Terus terang, saya tidak bisa memberikan apa-apa kepada hadirin semua,” ucap Idza sedikit terbata karena menahan tangis.
Senada, Wakil Bupati Narjo juga meminta maaf kepada Bupati Idza barangkali selama menjalankan tugasnya. Juga kepada masyarakat yang telah bersama-sama mendukung pemerintahan selama satu dekade.
Narjo menceritakan kalau dirinya adalah orang desa yang memiliki rumah sederhana di pinggir kali Babakan. Narjo selalu teringat pesan orang tuanya bahwa sebagai anak desa harus loyal dan aja nakal, ikhlas berjuang, serta merakyat.
“Perjuangan tak pernah henti, berjuang untuk umat agar terwujud masyrakat yang maslahat dan bermanfaat,” terang Narjo.
Sekda Brebes Ir Djoko Gunawan MT mewakili ASN Kabupaten Brebes mengucapkan terima kasih dan permohonan maaf kepada Bupati dan Wakil Bupati Brebes. Sebagai abdi negara, barangkali belum optimal dalam membantu bupati dan wakilnya menyelesaikan program kerja pemerintah yang menjadi targetnya.
“Atas nama pegawai di Pemkab Brebes, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada Ibu Idza dan Pa Narjo,” ucapnya.
Selaku tokoh agama, pengasuh pondok pesantren Al Hikmah 2 Benda KH Sholahudin Masruri berterima kasih karena dalam kepemimpinannya telah bersinergi dengan ulama. Harmonisasi antara ulama dan umara, telah tercipta semoga yang menggantikan nanti juga terus bersinergi dengan ulama.
“Kami hanya berdoa semoga Kabupaten Brebes dijauhkan dari hal hal buruk sehingga masyarakat Brebes bisa tekun beribadah,” ucapnya.
Ketua FKUB Supriyono menyatakan kehilangan pasangan satu dekade yang menurutnya sangat solid dalam memimpin. Pasangan Idza Narjo dalam satu dekade juga mampu mewujudkan impian-impian masa lalunya seperti mewujudkan Pendopo Bumiayu, Kantor Pemerintahan Terpadu dan Rumah Sakit di daerah tengah.
“Saat saya masih menjadi camat tempo dulu, memimpikan Istana Kedua di Selatan dan impian itu wujudkan oleh Bu Idza. Dengan adanya pendopo Bumiayu, bila ada tugas maraton di daerah selatan serta harus dilaksanakan pagi hari maka bisa diselesaikan karena bisa tidur di Bumiayu,” tutur Supriyono.
Supriyono berpesan kepada Idza-Narjo teruslah berjuang dan mengabdi karena masih ada ladang untuk pengabdian yang lebih luas.
Dandim o713 Tentrem Basuki mengacungkan jempol karena kepemimpinan Idza Priyanti sangat lembut dan selalu berkonsultasi dengan forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda). Setiap ada permasalahan selalu berkonsultasi dengan Forkopimda untuk bersama sama mencarikan solusi.(Marlan)