Polres Tanjung Balai Ringkus Komplotan Wanita Spesialis Copet

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id || Tanjungbalai

Tekab (Tim Khusus Anti Bandit) Satuan Reserse Kriminal beserta Polwan Satreskrim Polres Tanjungbalai, Senin (14/09) berhasil mengamankan 3 orang wanita paruh baya karena diduga terlibat pencurian di Toko Emas Milala di Jalan Suprapto, Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Para tersangkanya yakni P alias Ipon (45) warga Pasar IV Desa Air Joman Kabupaten Asahan, S alias Nani (35) dan S alias Sisu (37) keduanya warga Desa Punggulan Kecamatan Air Joman Kabupaten Asahan. Sedangkan satu pelaku lagi yakni berinsial S (40) warga Kecamatan Sei Dadap masih diburon polisi.

Kapolres Tanjungbalai AKBP. Putu Yudha Prawira, S.I.K,M.H, melalui Kasubbag Humas IPTU Ahmad Dahlan Panjaitan SH Selasa (15/09/2020) dilansir dari Kompas.com, memaparkan bahwa penangkapan ketiganya berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/16/VI/2020/SU/Res T Balai/Sek Utara, tanggal 22 Juni 2020 oleh Desi (40), warga Jalan Kelong, Kelurahan Sei Merbau, Kecamatan Teluk Nibung, Kota Tanjungbalai.

Keempat pelaku mencuri dompet Desi pada (22/06/2020) sekitar pukul 10.30 WIB berniat membeli emas di Jalan Suprapto Kota Tanjungbalai. Akibat pencurian itu, Yesi mengaku, kehilangan dompet warna biru yang berisi ATM, KTP dan uang tunai Rp3.000.000.

Atas laporan itu beber Kasubbag Humas, Tekab Reskrim dan Polwan Reskrim Polres Tanjungbalai melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV Toko Emas Milala, dan petugas berhasil mengantongi identitas salah satu pelaku yaitu Poniem alias Ipon beserta 3 orang temannya.

Kasubbag Humas menjelaskan, bahwa setelah mencocokkan hasil rekaman CCTV dan mempertemukan korban yang kenal dengan ciri pelaku, lalu pelaku Ipon mengakui perbuatannya melakukan pencurian dengan cara bersama dengan Nani, Sisu, dan Santi (DPO) dengan modus hendak membeli sambil mengapit calon korbannya, lalu saat korban lengah pelaku langsung mengambil dompet milik korban.

Setelah berhasil, para pelaku meninggalkan korban dan berpura-pura tidak jadi membeli. Namun, tanpa disadari para pelaku, aksi mereka itu terekam kamera pengintai (CCTV) toko.

Dari rekaman CCTV tersebut, polisi menemukan identitas pelaku sebanyak 4 orang. “Mereka ini bekerja sama. Keempat pelaku berpura-pura hendak membeli sambil mengapit calon korbannya, lalu mengambil dompet milik korban saat korban menawar barang yang akan dibeli,” kata Ahmad.

Setelah beberapa bulan berlalu, tersangka P ternyata kembali mencoba melakukan aksi serupa di Pasar Bahagia Tanjungbalai. Namun aksinya diketahui oleh salah satu anggota Polisi wanita (Polwan) yang telah curiga melihat gerak geriknya. Kawanan ini akhirnya ditangkap dan mengakui perbuatannya untuk diproses hukum.

“Setelah PON tertangkap, berikutnya dua pelaku lainnya juga tertangkap. Tinggal 1 lagi yang masih belum, berinisial SAN,” kata Ahmad.

Dari hasil perbuatan pelaku, setiap orang mendapat bagian Rp.750.000,- (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah), mereka menggunakan uang hasil curian itu untuk membeli masker hingga pakaian. (Red)

  • Bagikan