PTUN Pekanbaru Kabulkan Gugatan Batin Sengeri Atas Keabsahan Izin PT Arara Abadi

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id // PEKANBARU

Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Pekanbaru mengabulkan gugatan atas keabsahan PT AA. Hal ini sesuai dengan informasi yang diterima awak media dari Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Tata Usaha Negara Pekanbaru, tertanggal 24/11/2021.

Dikabulkannya gugatan Batin Sengeri ini, sekaligus membatalkan Surat keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: SK/ HPL 1/6/20219 Tanggal 28 Juni 2019.

Selain KLHK, ratusan anak kemenakan Batin Sengeri juga menggugat PT AA dan Pemerintah Provinsi Riau. Warga menilai perusahaan telah beroperasi di dua ribu hektare lebih lahan atau tanah ulayat.

Di lokasi yang oleh perusahaan PT AA telah ditanami pohon eukaliptus, dulunya lokasi itu adalah hutan bambu, kini sudah ditanam perusahaan, kemudian di titik yang kita gugat dulunya juga lokasi hutan sialang (hutan dilindungi) tapi kini sudah rusak karena kehadiran perusahaan,” kata Samsari selaku batin (kepala adat) Batin Sengeri kepada sejumlah wartawan dalam keterangan persnya, Rabu, 23/11/2021, disalahsatu warung kopi di pangkalan kerinci.

” Dikabulkannya permohonan ini, tidak luput doa dari seluruh anak kemenakan dan dukungan dari berbagai Pihak”, ucap Samsari dengan penuh haru.

Disinggung, apakah pihak Batin Sengeri akan melakukan gugatan secara perdata, karena selama ini pihak PT AA selama puluhan tahun mengusahakan hutan adat tersebut? Samsari yang dikenal akrab dengan sejumlah wartawan ini mengatakan, ” iya, itu sebenarnya masuk dalam gugatan kita, perusahaan harus membayar ganti kerugian dua belas miliar, tapi pihak tidak dapat dikabulkan oleh PTUN Pekanbaru, alasannya, kita tidak dapat menjelaskan hitungan jumlah tersebut. Tapi, pastinya kami akan melakukan gugatan perdatanya,” pungkasnya.

Sesuai hasil keputusan PTUN Pekanbaru membatalkan persetujuan revisi Rencana Kerja Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu pada Hutan Tanaman Industri ( RKUPHHK-HTI) untuk jangka waktu 10( sepuluh) tahun periode 2017-2026 atas nama PT. Arara Abadi di Provinsi Riau sebatas luas 2.090 Hektar di Desa Palas, kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan.

Dalam putusan PTUN Pekanbaru tersebut, juga menghukum tergugat 1 dan tergugat 2 untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp. 5. 273.000 ( Lima juta dua ratus tujuh puluh tiga ribu rupiah).Maret Daeli

  • Bagikan