RSUD Gunungsitoli Menjawab Tuduhan Warga Dalam Penanganan Pasien Covid19

RSUD Gunungsitoli Menjawab Tuduhan Warga Dalam Penanganan Pasien Covid19

targetkasusnews.co.id || GUNUNGSITOLI

Kepala Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gunungsitoli, Kabupaten Nias dalam pelayanan pasien Covid-19, Manajemen RSUD Gunungsitoli gelar konferensi pers.

Konferensi pers tersebut dipimpin langsung Direktur RSUD Gunungsitoli (Gusit) Kabupaten Nias, dr. Julianus Dawolo M.Kes., didampingi Kabid pelayanan, para dokter spesialis, struktural, Satuan Pengawas Internal (SPI), dan para Perawat RSUD Gunungsitoli.

Kepada awak media, dr. Julianus Dawolo menjelaskan tugas spesifikasi RS.

“RSUD Gunungsitoli Kabupaten Nias adalah bagian kecil dari satuan tugas Covid-19. Kami di sini hanya mendeteksi dan merawat pasien,” ucap Direktur RSUD.

Lebih lanjut, dr. Julianus Dawolo menjawab tuduhan warga. Menurutnya, dalam menghadapi Covid-19 ini kami pihak RSUD terkadang dengan caci makian yang mereka ucapkan kepada pihak perawat RSUD Gusit serasa tidak nyaman mendengarnya, “tapi kami selalu bersabar karena itulah tugas kami sebagai perawat melayani pasien. Namun yang paling membuat kami sedih adanya masyarakat kita yang menuduh kami mencovidkan pasien, kami tegaskan bahwa RSUD Gunungsitoli tidak ada niat untuk mencovidkan pasien,” ucap Julianus Dawolo dengan kalimat sumpah.

“Penanganan pasien yang konfirmasi positif COVID-19 ini berdasarkan gejala berat atau ringan. Tidak semua pasien pelayanannya sama,” katanya saat Konferensi Pers secara langsung DI RSUD Gunungsitoli, Rabu (04/11/2020).

Penanganan pasien positif COVID-19 yang tidak bergejala akan diimbau untuk isolasi mandiri di rumah atau di RS Darurat. Isolasi minimal 10 hari sejak ditegakkan diagnosis. Setelah isolasi 10 hari maka pasien dinyatakan selesai isolasi.

Masih di lokasi yang sama, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Gunungsitoli, dr. Hotman Purba menjelaskan jumlah pasien positif yang dikeluarkan RSUD Gunungsitoli.

Saat ini RSUD Gunungsitoli memiliki 2 alat pemeriksa Covid-19 yaitu alat TCM dan PCR. Hingga saat ini alat tersebut telah mengeluarkan hasil positif Covid-19 sebanyak 421 orang yang berasal dari Kota Gunungsitoli 275; Kabupaten Nias 18; Nias Selatan 87; Kabupaten Nias Barat 20; Kabupaten Nias Utara 21.

Sedangkan yang sudah meninggal terkonfirmasi Covid-19 10 orang dan saat ini ada 9 orang yang sedang dirawat Pasien konfirmasi dengan gejala berat dimungkinkan memiliki hasil pemeriksaan follow up RT-PCR persisten positif, karena pemeriksaan RT-PCR masih dapat mendeteksi bagian tubuh virus COVID-19 walaupun virus sudah tidak aktif lagi (tidak menularkan lagi).

“Terhadap pasien tersebut, maka penentuan sembuh berdasarkan hasil assessmen yang dilakukan oleh dokter penanggungjawab pasien,” jelas dr. Hotman Purba

Kepala Bidang Keuangan dan Perencanaan RSUD Gunungsitoli, Yuntriman Harefa mengatakan bahwa bantuan dari Pemerintah Kabupaten/Kota se-Kepulauan Nias sangat minim.

“Forkada (Forum Kepala Daerah) harusnya bertanggungjawab untuk mendukung kami di RSUD Gunungsitoli dalam melakukan pelayanan Covid-19, namun yang terjadi dukungan dari pemerintah Kabupaten/Kota sangatlah minim. Pemerintah Kabupaten Nias membantu kurang lebih Rp. 360.000.000; Pemerintah Kota Gunungsitoli kurang lebih Rp. 30.000.000; Kabupaten Nias Selatan kurang lebih Rp. 13.000.000; Kabupaten Nias Barat kurang lebih Rp. 13.000.000; sedangkan Kabupaten Nias Utara kurang lebih Rp 6.000.000 dan Provinsi Sumatera Utara hanya membantu kurang lebih Rp. 1.300.000.000. semua bantuan tersebut di serahkan dalam bentuk barang,” jelasnya

Lanjut Dr.Julianus Dawolo menjelaskan, sementara itu, pasien dapat dipulangkan dari perawatan di rumah sakit, bila memenuhi kriteria selesai isolasi dan memenuhi kriteria klinis sebagai berikut:
a. Hasil assesmen klinis menyeluruh termasuk diantaranya gambaran radiologis menunjukkan perbaikan, pemeriksaan darah menunjukan perbaikan, yang dilakukan oleh DPJP menyatakan pasien diperbolehkan untuk pulang.
b. Tidak ada tindakan/perawatan yang dibutuhkan oleh pasien, baik terkait sakit COVID-19 ataupun masalah kesehatan lain yang dialami pasien.
• DPJP perlu mempertimbangkan waktu kunjungan kembali pasien dalam rangka masa pemulihan.
• Khusus pasien konfirmasi dengan gejala berat/kritis yang sudah dipulangkan tetap melakukan isolasi mandiri minimal 7 hari dalam rangka pemulihan dan kewaspadaan terhadap munculnya gejala COVID-19, dan secara konsisten menerapkan protokol kesehatan.
Harapan pihak RSUD gunungsitoli kepada sahabat awak media agar apa yg selama ini, berita hoax tentang pelayanan rumah sakit agar bersama-sama menjelaskan kepada masyarakat, khususnya Kepulauan Nias .
(Desman zamasi/Majulis Batee)