Tiga Oknum ASN Aceh Tenggara Bersama Lima Rekannya Ditangkap Terkait Pesta Narkoba Di Medan

  • Bagikan

targetkasusnews.co.id || MEDAN

Personil Satresnarkoba Polrestabes Medan mengamankan delapan orang yang diduga melakukan pesta narkoba di salah satu tempat hiburan malam di Medan. Enam diantaranya pria dan dua orang merupakan wanita, pada Sabtu (26/09/2020)

“Ada enam pria dan dua wanita. Mereka positif (narkoba) dan ditetapkan tersangka,” kata Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, Rabu (30/9/2020).

Riko mengatakan, mereka ditangkap di depan salah satu hotel di Kota Medan. Setelah mendapat informasi dan melakukan pemantauan bahwa sedang ada pesta narkoba di tempat hiburan malam. Polisi menemukan barang bukti pil ekstasi di bagian jok mobil depan yang ditumpangi mereka.

“Kemudian, sekitar pukul 00.30 WIB, kelompok masyarakat itu keluar dari tempat hiburan, kemudian kita buntuti mereka. Kemudian di TKP penangkapan, di depan salah satu hotel di Kota Medan, anggota melakukan penindakan terhadap delapan orang tersebut,” ujar Riko.

Riko menuturkan, para pihak yang ditangkap, tiga diantaranya mengaku sebagai PNS. Salah satu tersangka, R, mengaku merupakan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh Tenggara. Dia mengaku baru satu kali menggunakan narkoba.

Tersangka lainnya, Z, mengaku bekerja di Dinas Keuangan Aceh Tenggara sebagai kabid (Kepala Bidang). Sementara itu, tersangka S mengaku bekerja sebagai staf di Setdakab Aceh Tenggara.

“Dua wanita berstatus saksi. Dari enam ini, tiga mengaku sebagai PNS, tiga swasta atau sopir,” papar Riko.

Riko menyebut pihak-pihak yang ditangkap mengaku ke Medan untuk menjenguk istri bupati.

“Menurut mereka, mereka warga Aceh Tenggara, ke Kota Medan dalam rangka menjenguk ibu bupati, istri bupati yang sakit jantung atau COVID, menurut mereka,” terang Riko.

Barang buktinya tidak bisa dihadirkan karena telah dibawa ke Labfor. Dari hasil pemeriksaan bahwa benar itu pil ekstasi.

Dari pengakuan tersangka, kata Riko, sebanyak 6 butir pil ekstasi dibeli melalui seseorang di Kota Medan.

“Mereka lupa berapa dibeli, tapi pengakuannya ada yang mengkonsumsi setengah, seperempat. Dari mana pil ekstasi didapat masih kita selidiki,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, mereka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 juncto 132 UU 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. (Red)

  • Bagikan